wulan.dwi764310's blog

Assalamu'alaykum wr.wb… Selamat Datang di blog pribadi Wulan Aprilyani Dwi Prasantyawati. Semoga blog ini dapat bermanfaat buat para penselancarnya.. Dapat menjadi referensi, motivasi dan solusi bagi yang mengunjunginya. SELAMAT MENYIMAK !! :)

Al Qiyadah Wal Jundiyah

“ Wahai pemuda ! Fikroh ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan ikhlas
kepadanya, punya semangat yang berkobar – kobar, kesiapan berkorban dan beramal untuk
mewujudkannya. Empat rukun ini : Iman, Ikhlas, semangat dan amal, merupakan ciri khas
pemuda. Sesungguhnya dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas ialah hati yang suci
murni, landasan semangat yaitu perasaan yang kuat dan amal adalah tekad yang selalu segar “.

ALLAH Berfirman : “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda – pemuda yang beriman kepada
Rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. “ Q.S Al Kahfi : 13.

A. AMANAH , TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN DAN ANGGOTA.

I. Hal – Hal Yang Membantu Terlaksananya Tugas Pemimpin :

  1. Ikhlas karena ALLAH semata, selalu bertindak benar dan jujur kepada-Nya.
  2. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan ALLAH SWT.
  3. Memohon pertolongan dan perlindungan ALLAH dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.
  4. Memiliki rasa tanggung jawab besar.
  5. Memberikan perhatian yang cukup kepada masalah tarbiyah dan menyiapkan kader penerus.
  6. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota organisasi khususnya anggota dan pimpinan.
  7. Pimpinan harus benar – benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan – persiapan sesuai dengan kemampuan.
  8. Setiap anggota organisasi harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan.
  9. Pimpinan harus memiliki cita – cita dan tekad berjuang.

Menurut Imam Hasan al-Banna faktor – faktor lain keberhasilan adalah :

  1. Kekuatan da’wah kita yang merupakan da’wah ALLAH, da’wah yang paling tinggi dan mulia.
  2. Tujuan yang murni ( ridho ALLAH ), terbebas dari niat kotor dan mencari keuntungan pribadi.
  3. Ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan ALLAH. ( Q.S 3 : 173 – 174 ) “Kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat – alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh – musuh menentang kalian. Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan dan menyebabkan kalian kehilangan segala – galanya, yaitu jika hati kalian telah rusak, ALLAH tidak memperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat “.

II. Sifat Dan Akhlak Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Pemimpin :

  1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena ALLAH semata.
  2. Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas, berpandangan jauh ke depan dan tajam, mampu menganalisa berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat. ( Q.S 3 : 200 )
  3. Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah.( Q.S 3 : 159 )
  4. Bersahabat.( Q.S 5 : 54 )
  5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta.( Q.S Al Fath : 29 )
  6. Shidiq. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )
  7. Tawadhu. ( Q.S Asyu’ara : 215 )
  8. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan.( Q. S 3 : 134 )
  9. Menepati janji dan sumpah setia. ( Q.S Al Fath : 10 )
  10. Sabar. ( Q. S 2: 153 )
  11. ‘Iffah ( kesucian jiwa ) dan kiram ( tidak mudah untuk tunduk kepada hawa nafsu dan yang mengotori jiwa. ) Q. S Al Hasyr : 9.
  12. Wara’ ( menjauhkan dari hal syubhat ) dan zuhud ( meninggalkan hal berbuat dosa ).
  13. Adil dan jujur. ( Q.S 5 : 8 )
  14. Tidak mengungkit – ungkit dan menyombongkan diri.
  15. Memelihara hal – hal yang dimuliakan ALLAH. ( Q.S Al Hajj : 30 )
  16. Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba.
  17. Tekad yang bulat, tawakkal dan yakin. ( Q.S Athalaq : 3 )
  18. Sederhana dalam segala hal.
  19. Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur.
  20. Menjauhi sikap pesimistis dan over estimasi

III. Tabiat Gerakan dan Medannya.

Seorang pemimpin harus memperhatikan hal – hal berikut :

  1. Harus beriltizam ( taat ) dengan tujuan berdirinya jama’ah.
  2. Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan sengan seluruh konsekuensinya.
  3. Menjaga tabiat tahapan da’wah. ( Tajarrud = berangsur – angsur, ta’rif = pengenalan, takwin = pembentukan dan tanfidz = pelaksanaan. )
  4. Kewajiban memberikan perhatian serius terhadap tarbiyah di setiap peringkat.
  5. Memperhatikan seluruh aktivitas politik.
  6. Harus mengawasi sikap jama’ah dan jama’ah – jama’ah lainnya.
  7. Tahap perjuangan kita yang akan datang lebih ditekankan kepada bentuk jihad dan menegakkan hukum ALLAH di seluruh aspek kehidupan.
  8. Mempersiapkan seluruh masyarakat untuk menjadi asas kuat bagi tegaknya hukum dan pemerintahan Islam yang mantap dan utuh.
  9. Wanita muslimah dapat memainkan peranan penting dalam amal Islami.
  10. Memperhatikan generasi muda dengan mendidik kepribadian Islamnya.
  11. Harus berusaha sungguh – sungguh mewariskan da’wah ini kepada generasi mendatang dengan segala kemurnian, keaslian, keuniversalan dan pengalamannya.
  12. Da’wah ini meliputi berbagai negara, bangsa dan warna kulit.
  13. Dana adalah urat nadi amal Islami.
  14. Memanfaatkan dengan sebaik – baiknya pengalaman dalam gerakan dan realitas keragaman aktivitas Islami.

IV. Beberapa Petunjuk Dalam Bergerak.

Petunjuk untuk seorang pemimpin agar dapat menjalankan roda da’wah ke arah yang lebih baik :

  • Memberikan perhatian yang menyeluruh terhadap tugas dan tanggung jawab.
  • Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugasnya.
  • Setiap penanggung jawab harus menyusun program kerja lengkap.
  • Tepat dalam memilih petugas yang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Pemimpin dituntut mengatur waktu dan urusannya seefektif mungkin.
  • Selalu sadar dan tanggap demi terjaminnya perjalanan da’wah.
  • Memiliki kecekatan dan kekuatan tekad.
  • Menumpukkan perhatiannya kepada usaha yang sangat diperlukan, tidak perlu banyak diskusi.
  • Menghindari memberikan satu pendapat dalam masalah khilafiyah.
  • Berkewajiban menjauhkan jama’ah dari terjerumus ke dalam permusuhan golongan.
  • Berda’wah adalah ibadah kepada ALLAH.
  • Harus percaya atas ketinggian moral anggotanya yang bertugas.
  • Tidak boleh membatasi aktivitasnya semata – mata untuk masa sekarang.
  • Ia harus benar – benar meningkatkan dan mengembangkan cara kerja, sarana serta mutu.
  • Bertanggung jawab dalam menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat.
  • Tidak boleh membanggakan dan menyanjung kemampuan, tenaga dan kelaikannya yang menyebabkan seseorang terjerumus.
  • Tidak wajar mengkonsentrasikan segenap kegiatannya dalam urusan administrasi semata dengan menyampingkan segi aktivitas dan mentalitas yang menjadi dasar perjuangan.
  • Harus memiliki berbagai kelaikan untuk memudahkan perputaran roda kepepimpinan dan amal usaha ketika terjadi suasana kritis.
  • Ukuran keutuhan dan kekompakkan kepemimpinan adalah kekuatan jama’ah dan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.
  • Menjauhkan konflik dengan orang lain selama masih dapat dihindari.
  • Semangat pemuda harus dipelihara dan diarahkan serta selalu dikontrol.
  • Melindungi jama’ah dari munculnya berbagai aliran pemikiran yang bertentangan dengan khiththah ( ketentuan ) jama’ah.
  • Tidak dibenarkan membiarkan terbentuknya kelompok tertentu yang berdasarkan suku, kedaerahan dan semacamnya.
  • Menyelesaikannya dengan tenang dan tuntas serta penuh kebijaksanaan dalam permasalahan.
  • Jika terdapat seorang yang lebih mampu dan baik, kepepimpinan dapat diserahkan kepada orang lain.

 

V. Beberapa Petunjuk Pergaulan Antara Pemimpin Dan Anggota :

  • Pemimpin harus pandai memilih orang yang laik dalam memegang jabatan.
  • Tidak boleh bersikap pesimitis dan buruk sangka.
  • Pemimpin dapat bergaul rapat dengan anggotanya.
  • Memperbaiki pembagian tugas dan menentukan spesialisasi supaya tidak tumpang tindih.
  • Menentukan, mengatur dan memudahkan jalur komunikasi di setiap peringkat.
  • Berusaha sungguh – sunguh meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai dengan bidang masing – masing.
  • Penting memberikan kebebasan kepada anggota untuk memilih sarana dan cara yang paling baik yang dapat membantu pelaksanaan tugasnya.
  • Selalu membangkitkan semangat kerja sama yang penuh kejujuran dengan anggota.
  • Harus membiasakan diri bermusyawarah dengan para anggotanya.
  • Menentukan keputusan dan perintah yang hendak dilaksanakan.
  • Diadakannya pertemuan rutin dengan sesama pengurus untuk menyelaraskan gerakan.
  • Memperhatikan setiap rangkaian dan mata rantai dalam komunikasi, tidak overlapping.
  • Perlu dikaji situasi yang menyebabkan anggota yang melakukan kesalahan tersebut.
  • Mewaspadai dalam menjalankan tindakan pemecatan dan pembekuan keanggotaan karena kesalahan yang dilakukan.
  • Memperhatikan setiap anggota yang diberikan amanah dan cepat menegurnya jika melakukan kesalahan.
  • Perlu mendorong dan meningkatkan semangat anggota yang menjalankan amanahnya.
  • Semua anggota bekerja semata – mata karena ALLAH .
  • Memiliki pengetahuan lengkap tentang perjalanan gerakan, pelaksanaan dan aktivitas yang dilakukan para pelaksana.
  • Meminta pandangan dan saran anggota tertentu yang berguna kelancaran strategi da’wah.
  • Anggota tidak boleh diberi amanah kecuali ia telah menguasai bidang tersebut.
  • Orang yang terlalu bersemangat sebenarnya sangat berbahaya jika diberikan amanah yang strategis.
  • Meningkatkan moral anggotanya jika mengalami peristiwa ketidakberuntungan. ( Q.S 3 : 139 – 141 )
  • Memperhatikan kelurusan, keaslian dan kemantapan jalan da’wah serta menjauhi bentuk penyimpangan.
  • Memadukan antara generasi pertama dan generasi penerus dalam setiap kegiatan.
  • Mewaspadai terhadap usaha musuh yang berpura – pura bergabung sebagai batu loncatan untuk tujuan mereka.
  • Memelihara tabiat gerakan da’wah dengan seluruh potensi yang ada.
  • Waspada dan berhati – hati dalam mengeluarkan keputusan yang menyangkut darah seorang muslim, kecuali setelah di cek dengan teliti.

B. KEANGGOTAAN DAN TUNTUTANNYA.

I. Beberapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis :

  1. Memahami benar arti komitmennya kepada Islam.
  2. Mengenal karakter tahapan da’wah yang sedang dijalaninya beserta konsekuensinya.
  3. Meyakini bahwa kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul SAW secara benar dan serius adalah satu – satunya jalan untuk menyelamatkan ummat Islam dari segala krisis.
  4. Yakin akan kewajiban bergerak membangunkan iman di dalam jiwa manusia.
  5. Harus mengetahui sejelas – jelasnya bahwa amal usaha menegakkan Daulah Islamiyyah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah.
  6. Mengetahui bahwa kewajiban ini tidak mungkin terlaksana dan tercapai hanya dengan usaha perseorangan.
  7. Amal jama’i dipandang sebagai persoalan yang wajib ditunaikan sebelum melangkah membangun kembali Daulah Islamiyyah.
  8. Harus menyadari perlunya memilih jama’ah yang akan dimasukinya.
  9. Harus meneliti sifat – sifat asasi jama’ah tersebut.
  10. Harus mengetahui bahwa dasar Islam adalah kesatuan kata dan shaff. ( Q.S 3 : 103, 8 : 46 )
  11. Dalam memilih harus dengan kesadaran sendiri, tidak karena desakan, paksaan, berpura – pura tenggang rasa dan kepentingan lain.
  12. Amal jama’i memiliki syarat dan keiltizaman yang harus diketahui.
  13. Dasar ber-Amal jama’i semata – mata karena ALLAH. ( Q.S Al Fath : 10 )
  14. Setiap anggota jama’ah harus menyadari akan kebaikan yang tak ternilai dengan bergabungnya di dalam jama’ah yang memperjuangkan Islam secara benar.
  15. Harus mengetahui bahwa persoalan terpenting di jalan da’wah ialah kesadaran terhadap pengawasan ALLAH SWT.

II. Beberapa Keharusan Dan Perilaku Anggota Yang Harus Ditegakkan :

  1. Menjadi seorang mu’min yang teguh dan yakin terhadap amal jama’i dengan segala tuntutannya. ( Q.S Al Hajj : 77 – 78, Al Mu’minun : 115 – 116 )
  2. Harus mengetahui secara mendalam segala ketentuan jama’ah.
  3. Harus melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan dan kelaikan agar menjadi tenaga yang efektif, kuat dan baik.
  4. Menyerahkan hidupnya untuk berjuang karena ALLAH dan menegakkan kekuasaan agama ALLAH semata.
  5. Keiltizamnya dengan arahan.
  6. Beriltizam dengan pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh yang menjadi landasan jama’ah.
  7. Beriltizam dengan cara gerakan dan seluruh langkahnya sebagai mana yang telah ditentukan jama’ah untuk mewujudkan tujuannya yang agung.
  8. Menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jama’ah.
  9. Harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fiisabilillah. ( Q.S 9 : 111, Al Ankabut : 6)
  10. Harus mengetahui martabat jihad.
  11. Berkewajiban melatih diri agar mudah berkorban di jalan ALLAH. ( Q.S 9 : 120 – 121 )
  12. Harus menyadari bahwa sesungguhnya dia ibarat berkedudukan di suatu daerah pertahanan yang strategis. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )
  13. Ujian ( mihnah ) adalah sunnahtulloh dalam da’wah.
  14. Pembela aqidah dan prajurit da’wah harus mengikhlaskan ketaatan dan kesetiaannya ( wala’ ) kepada da’wah Islamiyyah dan melepaskan diri dari yang lain. ( Q.S Almumtahanah : 4 )
  15. Berkewajiban menanam dan mempersubur benih cinta – mencintai persaudaraan sesama anggota. ( Q.S 9 : 71, 16 : 53 )
  16. Membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pimpinan jama’ah.
  17. Memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan jama’ah.
  18. Setiap anggota harus memiliki “ indera da’wah. ”
  19. Memperhatikan pembentukan pribadi muslim yang spesifik dan mencintai kebenaran.
  20. Menjauhi cara – cara partai politik yang jahat, kedaerahan, elitis dan yang bertentangan dengan adab Islam.
  21. Anggota ibarat pengawal di sebuah benteng pertahanan.
  22. Menjauhi segala tindakan yang mempersukar barisan di dalam amal Islami.
  23. Wajib beriltizam dengan sikap adil dan sederhana, tidak keterlaluan dan tidak meremehkan.
  24. Mempergiat makanisme saling nasihat – menasihati kepada kebenaran.
  25. Perbaiki diri dan seru orang lain untuk berbuat baik.
  26. Harus bersungguh – sunguh memperbaiki hubungan dan komunikasi dengan sesama aktivis.
  27. Wajib menjaga waktunya dengan serius, berdisiplin, seluruh urusannya rapi, berguna untuk manusia, mampu berusaha, mujahid untuk dirinya, waspada terhadap godaan duniawi.
  28. Harus memikirkan persoalan rumah tangga dan keluarganya.
  29. Selalu menumbuhkan harapan di dalam hati keluarga dan saudara – saudaranya bahwa masa depan adalah untuk Islam.
  30. Tidak boleh merasa pesimis dan putus asa ketika menderita kekalahan di medan jihad dalam menentang musuh. ( Q.S 3 : 139 – 142 dan 146 )
  31. Harus menghiasi dirinya dengan seluruh akhlaq Islam dan menjauhi segala budi pekerti buruk dan sifat – sifat yang dilarang Islam.

PRESTASI ITU,, MENJADI DIRI SENDIRI DAN DAPAT BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN

PRESTASI.. satu kata yang mungkin dapat menimbulkan beberapa persepsi. Yang selama ini marak dan dipandang lebih adalah ketika kita mempunyai prestasi di bidang akademik. Namun, tidak demikian untukku. Menjadi diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain adalah prestasi yang luar biasa..

Sungguh, baru terasa begitu berharganya menjadi seorang wanita lebih tepatnya menjadi muslimah. Melalui tangan-tangan yang penuh kasih sayang, lahirlah generasi-generasi penerus bangsa yang kelak dapat menjadi agen perubahan yang dirindukan bangsa ini, lewat kesabarannya ia memberikan bimbingan dan pengajaran agar anak-anaknya menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia, dalam setiap doanya tak akan pernah luput satu kata pun doa-doa terbaik untuk kita, bahkan surga-Nya dipercayakan ada pada diri seorang muslimah.

Berkat doa dan dukungan seorang yang mulia itulah akhirnya aku bisa berada di tengah-tengah atmosfir salah kampus ternama di negeri ini. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, sesungguhnya terasa berat untuk mengejar prestasi-prestasi yang  bersifat akademik. Akhirnya ku putuskan untuk mencari dan berkarya lewat organisasi yang ku ikuti.

Sudah sejak awal, aku bercita-cita bisa keliling Indonesia secara gratis lewat prestasi-prestasiku. Karena belum bisa terwujud lewat prestasi akademik, aku bercita-cita ingin tergabung dalam organisasi bertaraf nasional. Dengan demikian aku ingin detik-detik studiku di perguruan tinggi tak hanya sebatas mengejar gelar SARJANA. Aku ingin bermanfaat bagi orang lain.

Semula mungkin dianggap mustahil, namun perlahan impian itu mulai terwujud. Menjadi staff syiar terbaik di IPB, asisten mata kuliah pendidikan agama islam terrajin, hingga kini diamanahkan menjadi koordinator komisi C Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia.

Tidak ada amanah yang ringan, begitu pula prestasi. Yang perlu kita sadari semua itu hanyalah titipan dari Sang Khaliq. Disini kita hanya bertindak sebagai pemain. Dimana sebagai pemain, hendaknya kita all out memberikan kontribusi terbaik dari diri ini, siap di cemooh, dihina, terluka, menangis, dan tersakiti. Tapi yakinlah sobat… dibalik itu semua ada bonus lain yang Allah berikan untuk kita, yakni dikenal orang, dirindukan karya-karyanya, bahkan mendapat penghargaan. Itu semua merupakan sarana agar kita senantiasa meluruskan niat dan terus memperbaiki diri.

Dimana pun kita berada, berikan kontribusi terbaik kita. Yakinlah bahwa setiap orang sudah memiliki bidang dan medan juangnya masing-masing.

Jadilah orang yang keberadaannya dirindukan banyak orang dan kepergiannya kelak meninggalkan kesan-kesan dan karya-karya yang baik, yang dapat menyumbangkan perubahan bagi bangsa…

Perkembangan Sistem Operasi Komputer (UNIX, Windows, dan LINUX)

Perkembangan zaman, menuntut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga. Termasuk sistem operasi pada komputer. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, para pengguna komputer berusaha untuk mengkondisikan komputernya agar dapat senyaman dan selengkap mungkin menunjang kinerja. Berikut adalah beberapa informasi terkait dengan tiga jenis sistem operasi yang banyak digunakan

1. UNIX

UNIX adalah sistem operasi yang digunakan sebagai sistem operasi baku pada berbagai jenis komputer, terutama komputer mini baik sebagai workstation atau server (sistem yang menyediakan pelayanan pada jaringan). Karena dengan unix sebagai server, berpindah kerja dari satu jenis komputer ke komputer lainnya menjadi mudah.
Unix didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking, multi-user, sistem berkas hierarkis dan utilitas.

Kelebihan:

a. Berbagi sumber daya komputer

  • CPU dan alokasi memori,
  • Penyimpanan data / disk,
  • Pencetak/ printer dan program/ utilitas

b. Peningkatan kehandalan.
Komputer dalam sebuah jaringan lebih handal dibandingkan komputer yang berdiri sendiri. Jika ada komputer yang tidak berfungsi, peranannya digantikan oleh komputer yang lain. Sistem dapat diatur / dikendalikan hingga pemakai tidak mengetahui bahwa komputer yang biasa digunakan sedang digantikan oleh komputer lain. Sistem penyimpanan disk dapat diatur derajat keamanannya. Seperti halnya CPU, sistem disk yang tidak berfungsi digantikan oleh sistem yang lain tanpa diketahui oleh pemakai.

c. Penghematan.
Peningkatan kehandalan serta pemakaian sumberdaya secara bersama menghasilkan penghematan biaya operasi. Harga 10 komputer 10 MIPS jauh lebih murah dibandingkan 1 komputer 100 MIPS. Namun, kemampuan kesepuluh komputer 10 MIPS tersebut dapat hampir menyamai kemampuan komputer 100 MIPS jika dilakukan utilisasi yang tinggi. Penghematan lain didapatkan dari penggunaan printer server dan file server (1 sistem data atau disk untuk banyak komputer).

Jenis-jenis UNIX:

UNIX adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh banyak pihak. Setiap pihak yangmengembangkan UNIX, menambahkan teknologi miliknya ke dalam UNIX, yang meskipun hal itu di luar standar, mampu menjadikan sistem operasi UNIX lebih kuat atau lebih andal. Jenis – jenis Unix antara lain :

1. A/UX
2. Domain/X
3. Darwin
4. CTIX
5. Distrix
6. UniCOS

2. Windows

Windows adalah sistem operasi untuk server yang sistem operasinnya 32 bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000,Windows XP,Server 2003 dan Windows Vista.Sistem Operasi tersebut pada awalnnya mendukung beberapa Platform Mikroprosesor.Windows NT Server ini tidak dibangun dari MS-Dos (tidak seperti Windows 95)Mampu mengamati 4 Gb.

Versi:

Sejak pertama kali diluncurkan, Windows NT telah mengalami beberapa perbaikan versi, yaitu sebagai berikut.

1.    Windows NT versi 3.1.

2.    Windows NT versi 3.50.

3.    Windows NT versi 3.51.

4.    Windows NT versi 4.0.

5. Windows NT versi 5.0 (atau dikenal dengan Windows 2000, versi internalnya 5.0 build 2195).

6.  Windows NT versi 5.1 (atau dikenal dengan Windows XP, versi internalnya 5.1 build 2600).

7.  Windows NT versi 5.2 (atau dikenal dengan Windows Server 2003, versi internalnya 5.2 build 3790).

8.    Windows NT versi 6.0 (atau dikenal dengan Windows Vista).

Windows NT versi 6.1 (atau yang dikenal dengan Windows Server 2008, yang memiliki codename Longhorn Server

Keunggulan:

  1. Peningkatan Kapasitas Server untuk melayani lebih Simultan Koneksinnya.
  2. Driver disk yang fault toleran yang mendukung disk mirroring dan disk stripping dengan parity (RAID 1 dan RAID 5)
  3. Bebas dari Kode 16 Bit milik MS-Dos,mendukung operasi 32 bit dan semua Fitur yang ditawarkan oleh Microprosesor 32 bit seperti dapat mengamati memori hingga 4 Gb dan Terproteksi.
  4. Di Desain agar kompatibel dengan Sistem Operasi terdahulu seperti MS-Dos,IBM OS/2.

Kekurangan:

  1. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.
  2. Dari kasus tersebut diatas, maka dibutuhkan pengubahan konfigurasi yang sangat kompleks untuk ISS Server, yang dapat dikatakan sangat sulit dan merepotkan sekali. Dari pihak administrator berpendapat kegiatan perubahan file Registry adalah pekerjaan yang relatif berat untuk sistem yang menggunakan Windows NT sebagai sistem operasinya.

3. LINUX

Kelebihan:

  • Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut.
  • Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik(better backward-compatibilty). Perangkat keras yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras, seperti kasus file .docx (Word 2007-2010) yang tidak bisa dibuka dengan Microsoft Word 2003 atau versi dibawahnya.
  • Dukungan komunitas yang beragam dan menyebar di seluruh dunia.
  • Linux selain gratis untuk digunakan, gratis pula untuk dimodifikasi dan didistribusikan ulang. Bahkan kita dapat mengembangkan distro kita sendiri.

Kekurangan:

  • Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
  • Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.
  • Aplikasi-aplikasi di Linux belum seampuh aplikasi di Windows.
  • Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.

sumber: http://hastuti-tkj.blogspot.com/2011/11/perbedaan-linux-windows-dan-unix.html

Belajar Kejujuran dari Tanah

Bismillahirrahmanirrahim..

Karena disini kita akan sama-sama belajar, alangkah baiknya jika dimulai dengan yang baik :)

(Sudah kita buka bersama dengan membaca Basmallah)

Tanah, terhampar luas di seluruh permukaan bumi. Tempat tubuh tanaman dan pondasi berdirinya bangunan. Merupakan pusat laboratorium aktivitas mikroorganisme tanah. Memiliki dimensi luas dan kedalaman.

Setiap hari kita menginjak-injaknya, sedikit kejam jika dibayangkan. Padahal di dalam sana juga terdapat kehidupan. Ketika kita pergi untuk menuntut ilmu, seluruh organisme di dalamnya (serta lautan) turut mendoakan kita. Dahyatnya ciptaan Allah SWT!

Mungkin, kita kerapkali melupakan hal-hal yang kecil. Cenderung angkuh, ketika kita memiliki sesuatu yang kapasitasnya lebih dari yang lain. Padahal, hal-hal kecil itu kendatinya dapat memberikan pelajaran yang luar biasa. Termasuk belajar sebuah nilai kejujuran dari tanah.

Tanah, sebagaimana yang telah dituliskan di atas merupakan tempat atau sarana tumbuhnya tanaman. Hasil yang dipanen dari tanaman sangat bergantung pada kondisi tempat tumbuhnya, yakni tanah.

Dengan rela, ia sumbangkan nutrisi terbaik yang dimilikinya guna pertumbuhan tanaman. Ketika pengolahan dan manajemen yang dilakukan terhadap tanah itu baik, tentunya banyak menghasilkan nutrisi juga yang akhirnya dipergunakan untuk Fotosintesis tanaman. Asupan yang baik tentu akan menghasilkan output yang baik bukan??

Tanah ternyata memberikan semua fasilitas itu tanpa pamrih. Bahkan seringkali manusia justru tidak mengolahnya setelah masa tanam berakhir. Bukankah berarti kita telah berbuat dzolim terhadap makhluk Allah yang lain??

Mari belajar mengambil hikmah meskipun hanya sedikit. Karena sesungguhnya terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya jika kita mau berfikir

Wallahu’alam bishowab…

Jilbab is My Identity

Bismillahirrahmanirrahim,,

kembali menyapa para sahabat untuk bersilaturahmi ke blog saya.

Bertepatan dengan International Hijab Solidarity Days(IHSD), maka saya ingin sedikit berbagi tentang bagaimana sulitnya menjaga hijab di lingkungan yang memang kurang kondusif.

Ini adalah kepulangan pertamaku yang bisa dibilang aku bersikeras mempertahankan jilbab sebagai identitasku. Sungguh berat rasanya.. Tak sedikit teman sekolahku dulu yang  bilang bahwa aku sekarang telah berubah.

Teman, asalkan kalian tahu…

Aku memilih untuk berubah karena Allah..

Karena perintah-Nya yang tercantum dalam Kitab Cinta-Nya

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab:59)

 

Maka, inilah jalan yang telah ku pilih..

Aku akan berusaha memegang komitmen yang ini. Karena aku mulai memahami mana yang terbaik untuk diriku, keluargaku, lingkungan sekitarku, dan insya Allah untuk agamaku..

Jalan Ini, Miniatur Perjalanan Sesungguhnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita berhubungan dan berinteraksi secara intensif dengan sesama saudara kita. Di sana kita menemukan banyak sekali karakter dan sifat yang mereka miliki, yang tidak dimiliki oleh yang lain. Interaksi itu kadang memunculkan jarak, ketidaknyamanan, perbedaan pendapat, perselisihan, bahkan juga memunculkan ketidaksukaan hingga kebencian dan permusuhan. Namun, keteguhan kita untuk tetap menjalin interaksi dengan mereka, menyebabkan kita semakin toleran dan bisa memahami secara lebih bijak menyikapi sifat dan karakter sesama saudara kita di jalan ini.

 

Jiwa toleran, adalah salah satu pelajaran berharga dari suatu kebersamaan. Kebersamaan bukan berarti tanpa perselisihan. Boleh jadi diantara kita mengalami kesenjangan karena satu dan lain hal. Padahal, keharusan kita untuk bersama dan kemungkinan kita berselisih, adalah dua kutub yang saling berlawanan. Kebersamaan membutuhkan kesepakatan, kekompakan, kesesuaian, kedekatan, dan keintiman. Sementara perselisihan mengakibatkan kesenjangan, ketidaksesuaian, kebencian, ketidaksukaan, kebencian, hingga keterpisahan.

 

Maka, pada kesempatan inilah, kita berulangkali menempa diri untuk bisa mengarahkan perselihan tidak berkibat pada perpecahan. Kita belajar untuk bisa menerapkan wasiat Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih: “Dibuka pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis. Ketika itu diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu. Kecuali seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya ada perelisihan. Dikatakan kepada orang tersebut: “Tunda dulu kedua orang ini sampai mereka berdamai.” (HR. Muslim)

 

Atau sabda Rasulullah SAW, “Tidak halal bagi seorang muslim meninggalkan saudaranya di atas tiga malam. Ketika bertemu, mereka saling menghindar. Dan yang paling baik dari kedua orang itu adalah yang memulai dengan salam.” (Shaih Al Jami’ Ash Shagir, 7536)

 

Dikutip dari Beginilah Jalan Dakwah Mangajarkan Kami dengan pengubahan seperlunya

 

 

Aqidah “Wasiat Terindah”

Sungguh, wasiat terindah yang telah Rasulullah dan nabi-nabi sebelumnya yang paling indah adalah Aqidah. Dengan beraqidah, kini kita dapat hidup di zaman yang terang benderang ini. Kita dapat menikmati indahnya memeluk agama Islam, dan berkesempatan untuk meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang baik, yaitu ketika kita senantiasa istiqomah menjaga dan mengamalkan ajaran Islam.

Banyak contoh dari kehidupan nabi yang mewasiatkan aqidah kepada anaknya.

1. Nabi Ibrahim a.s berwasiat kepada anaknya agar senantiasa tetap memeluk agama Islam, bahkan sampai didahului oleh kata “yaa bunayya” kata ini tak lain adalah kata yang halus, yang diperuntukkan untuk menunjukkan rasa cinta an sayang orang tua pada anaknya

2. Begitu juga dengan Luqman. Beliau berwasiat pada anaknya dengan cara yang serupa. “Sesungguhnya Allah telah memilihkan agama ini (Islam) untukmu*. Maka janganlah kalian mati dalam keadaan tidak beraqidah.

*Dalam konteks ini, berarti orang tua hanya bersifat sebagai perantara, bukan penentu agama apa yang kita imani.

3. Ketika Ya’qub akan wafat, beliau bertanya pada anak-anaknya, “Apakah yang akan kamu sembah setelah aku tiada?” Lalu anak-anaknya menjawab, ” Kami akan tetap menyembah Tuhanmu, Tuhan ayah-ayahmu, yakni Allah SWT”

 

Dari beberapa teladan di atas, semoga kita dapat semakin mensyukuri nikmat berislam ini. Dan mengamalkan apa yang telah Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah murkai.

 

“Anak-anak yang shaleh itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, senantiasa menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada kemungkaran”.

Allahu a’lam….

Berpetualang di Pulau Jawa dan Sekitarnya “Ada Banyak Hikmah dari Mempererat Tali Persaudaraan”

Bismillahirrahmanirrahim…
Ku awali tulisan ini dengan sedikit menengok ayat cinta dari Illahi…
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling  mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti” (QS. Al Hujurat: 13)

Ya.. sungguh sangat mensyukuri nikmat Allah SWT yang satu ini. Nikmat persaudaraan.. Liburan kali ini, benar-benar liburan yang SUPER SEKALI!!! Mungkin, sedikit kisah ini akan coba dibagikan lewat tulisan yang sederhana. Tapi, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi atau setidaknya menjadi hiburan disaat teman-teman letih melakukan aktivitas.
Menjalani masa-masa liburan yang tidak seperti biasanya ku alami tahun ini. Libur semester ganjil yang lumayan cukup lama ini saya isi dengan berkeliling pulau Jawa.. “It’s so amazing, isn’t it???”
Perjalanan yang diawali pada tanggal 17 Januari 2012. Saat itu menjadi salah seorang delegasi penerima Bidikmisi IPB yang menghadiri persiapan kongres mahasiswa Bidikmisi Nasional. Kegiatan ini bertempat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perjalanan ini saya arungi bersama 4 orang teman lainnya yang sama-sama memiliki kepedulian tinggi terhadap Bidikmisi dan paguyuban Bidikmisi IPB tentunya. Meskipun perjalanan ini sangat sederhana, diarungi dengan kendaraan umum selama kurang lebih dua jam menghantarkan kami ke depan gerbang kampus islam satu ini. Bangunan megah nan menjulang tinggai tampak di hadapan mata. Kami disambut hangat oleh tuan rumah, dan langsung dibawa ke suatu ruangan diskusi di kampus itu. Di sinilah awal dari suatu silaturahmi, lewat perkenalan dan perbincangan ini saya mulai mempunyai saudara-saudara baru.
Tak lama kemudian, ruangan dibanjiri oleh almamater berwarna hijau. Rekan-rekan Universtas Negeri Jakarta tengah berada di antara kami. Dengan jumlah yang lumayan banyak, meski tak dapat mengenalinya satu per satu, namun pertemuan ini jelas terasa hangat. Tak hanya dari UNJ rupanya, rekan-rekan dari Untirta Banten turut hadir di acara ini. Wew.. subhanallah.. dari ujung barat pulau Jawa pun datang ke tengah-tengah kami. Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya akan mendapat saudara yang banyak dalam waktu satu hari. Kami dipersatukan oleh latar belakang dan mempunyai semangat yang sama. Bahkan bukan hanya mereka, kami masih menunggu kedatangan rekan-rekan UPI. Hmm… penjelajahan ini sudah mencapai bagian ujung barat dari pulau Jawa. Karena satu dan lain hal, pertemuan ini dilanjutkan pada tanggal 30 Januari 2012 dan IPB dipercaya untuk menjadi tuan rumahnya.
Perjalanan kedua, dilanjutkan dengan berkunjung ke daerah wetan. Berkunjung ke Universitas Negeri Yogyakarta lewat silaturahmi dan perbincangan sederhana tentang kondisi dakwah di kampus masing-masing. Ini adalah pertemuan yang tidak kami rencanakan sebelumnya, hanya berawal dari saling berkomentar di status facebook, akhirnya agenda ini terlaksana pada tanggal 23 Januari 2012. Meskipun hanya empat orang, tapi sungguh pertemuan ini adalah pertemuan luar biasa. Dimana saya pun mendapat pelajaran dan mengetahui kondisi dakwah di luar sana. Bertemu dengan orang-orang yang diberi kesabaran dan keteguhan hati demi menegakkan syiar di kampus masing-masing. Di tengah beragamnya lingkungan sekitar mereka, semoga kelak kami dapat berjumpa di jannah-Mu.
Setelah dari daerah wetan, mari mengunjungi daerah yang lebih jauh lagi, Mataram. Siapa yang menyangka akan mendapat saudara dari jauh seperti ini kalau tak ada namanya pengorbanan?? Disaat yang lain masih stay cool di rumah, saya lebih memilih untuk kembali ke Bogor lebih awal dari rencana, karena mengingat perjuangan teman-teman paguyuban Bidikmisi IPB yang sangat luar biasa mempersiapkan agenda besar ini, yang sekarang akan diikuti oleh lebih dari 10 Universitas besar dan populer di Indonesia.
Deretan nama terpampang dalam daftar hadir. Pagi itu ruang diskusi IKK IPB telah diwarnai oleh berbagai almamater. Merekalah para kandidat pejuang Bidikmisi dari kampusnya masing-masing. Di antara yang hadir adalah Universitas Mataram, UIN Imam Bonjol, Unnes, dan masih banyak yang turut menyukseskan acara ini. Mungkin ini adalah salah satu impian saya sejak masuk IPB. Dapat menjadi bagian dari keluarga Bidikmisi nasional. Semoga kelak itu akan terwujud dari seringnya kami mengadakan pertemuan ini. Semoga gagasan dan impian kami mewujudkan “pertemuan nasional” mahasiswa penerima Bidikmisi dapat terwujud. Semoga lelah dan pengorbanan kami ini membuahkan hasil yang positif. Jika pun hal itu belum terwujud setidaknya kami, khususnya saya telah dapat mengecap manisnya persaudaraan dari pertemuan ini.
Akankah petualangan berakhir hari ini??
Tidak jawabnya. Allah memberi jalan lain kepadaku untuk tetap dapat merasakan masa liburan, meski tidak bersama keluarga. Ini adalah bonus (plus-plus) dari silaturahmi sekaligus takziyah ke rumah Akh Rey Fariz di Pandeglang. Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya saya dan beberapa perwakilan dari LDK Al Hurriyyah sampai di rumah duka. Setelah beramah-tamah dengan keluarga dan melaksanakan ibadah shalat dhuhur, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Carita. Sungguh perjalanan yang tak akan terlupakan. Jika Allah belum mengizinkan, mungkin sampai saat ini saya belum pernah menginjakkan kaki di pantai Carita. Namun, sekali lagi… Ini adalah salah satu nikmat persaudaraan dan nikmat dari menyambung silaturahmi yang selama ini coba dibangun.
Dan memang nyata, salah satu hikmah dari mempererat tali silaturahmi adalah dimudahkannya jalan rezeki bagi kita. Demikianlah yang saya rasakan selama liburan ini. Meski hanya sedikit waktu yang dapat dilewati bersama keluarga, tapi insya Allah keluarga pun sudah mengerti akan aktivitas yang saya jalankan di kampus. Ini sungguh keadaan yang jauh lebih saya syukuri. Memiliki keluarga yang tak pernah berhenti memberikan nasihat, perhatian, serta pengertian.
Alhamdulillahirabbil ‘alalmin…

Akan Selalu Ada Senyum Dibalik Setiap Ujian

Diawali dengan mentadaburi ayat berikut…
“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)
Bahwasanya setiap manusia itu akan Allah beri ujian untuk meningkatkan derajatnya di hadapan-Nya. Barangsiapa yang ikhlas dan bersabar dalam menjalankan ujian tersebut, maka akan selalu ada banyak hikmah yang dapat diambil dibalik setiap ujian itu.
Ini adalah suatu kisah yang dialami oleh seorang mahasiswi, yang dirinya divonis menderita suatu penyakit yang lumayan mencemaskan bagi kaum wanita, karena cukup berbahaya, KISTA. Ya.. itulah yang dikatakan seorang dokter yang memeriksanya setelah ia memeriksakan dan mengadukan keluhannya kepada sang dokter. Semua serasa suram, karena ini merupakan penyakit yang amat serius. Mungkin bagi sebagian wanita tak begitu mempedulikan siklus datang bulan di setiap bulannya. Tapi ini dapat menjadi suatu warning tersendiri jika terus menerus dibiarkan. Rasa nyeri setiap haidh, linu di bagian bawah perut seakan-akan ingin selalu buang air besar, dan keputihan yang tiada henti merupakan beberapa gejala penyakit ini.
Yang terbayang olehnya saat itu ialah bagaiamana jika kelak ia tak dapat melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia?? Yang dapat memperbaiki kondisi bangsa ini kemudian. Karena penyakit inipun menyebebkan terjadinya kemandulan.
Berbahagialah wahai kaum “wanita”, karena kepadamulah telah dipercayakan tugas mulia oleh Sang Maha Pencipta, bahwa dari rahimmu yang subur akan lahir putra-putri generasi penerus. Karenanya menjadi kewajiban, tidak hanya mendidiknya sekedar dengan limpahan materi dan benda-benda kebutuhan hidup semata. Namun yang terpenting adalah berkatilah mereka, putra-putrimu dengan akhlak baik, budi pekerti, iman dan ketakwaan.
Sejak vonis itu, ia hanya bisa berdoa pada Allah agar dirinya senantiasa diberi kesabaran dan keikhlasan menjalani hari-harinya. Tetap bisa beraktivitas dan menyebarkan kebaikan seperti biasanya, tetap ceria dan daat menegarkan orang tuanya.
Hari-harinya kini ia habiskan waktunya untuk menuntut ilmu, mengajar madrasah dan bimbel, aktif di organisasi dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Yang terlintas dalam fikirannya, jika kelak nanti ia tiada, setidaknya ia telah memberikan kesan tersendiri bagi orang-orang di sekitarnya. Ia berusaha membahagiakan orang-orang di sekitarnya agar hati ia pun merasa bahagia.
Hingga suatu saat, sang ibu menelepon anaknya. Karena sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya, mengajak anaknya untuk memeriksakan ke ahli kandungan. Dari peristiwa ini, ia begitu menyadari bahwa ibunya sangat mengkhawatirkan kondisi dirinya. Bagaimanapun juga perhatian dan kasih sayang seorang ibu itu tak akan pernah dapat tergantikan.
Ketika libur tiba, mahasiswi ini memenuhi permintaan ibunya untuk pulang. Ketika sedang berdua saja, terjadilah suatu percakapan antara keduanya. “Nak, tahukah kau sebenarnya kista itu apa? Bagaimana cara pengobatannya?”, tanya sang ibu. Ya Rabb.. sungguh tak sanggup melihat wajahnya, guratan kecemasan sangat jelas terlihat di wajahnya. Mahasiswi itu hanya menjawab, “Untuk lebih pastinya nanti akan saya lihat di internet”.
Seketika itu pula ia buka web browser. Langsung mencari artikel atau keterangan terkait penyakit ini. Dan ternyata… “Ya Rabb, semua gejala yang saya rasakan adalah merupakan gejala kista”. Tak dapat dipungkiri kekhawatiran itu mulai merasuk pada benaknya. Hingga akhirnya ia menceritakan hasil browsingnya itu pada sang ibunda. Tak sampai hati sebenarnya. Dan ibu langsung mengajaknya untuk ke dokter kandungan.
Sore itu, mereka pun pergi ke dokter kandungan. Wajah cemas dan keringat dingin terus mengalir di tubuh mahasiswi itu. Namun ia harus tetap terlihat tegar, agar tidak menambah beban bagi ibunya. Saat itu sudah lumayan banyak pasien yang datang. Satu per satu dipanggil, hingga sampailah pada gilirannya untuk masuk ke ruangan dokter. Ia langsung di USG.
Dokter ahli kandungan itu menyatakan kondisi anaknya baik-baik saja, seketika ketegangan di wajah ibu hilang. Namun Beliau masih menanyakan kondisi anaknya pada sang dokter untuk lebih meyakinkan. Dokter tetap menyatakan bahwa tak ada sedikitpun penyakit di rahim anaknya. Ia dalam keadaan baik-baik saja.
Senyum pun mulai mewarnai senja itu, tatkala mahasiswi itu mengetahui dirinya baik-baik saja dan sangat bersyukur karena memiliki seorang ibu yang sangat perhatian dan sayang kepadanya. Ia tak ingin usianya sia-sia, ia juga akan berusaha menjadi seorang ibu yang terbaik bagi anak-anaknya kelak..
Maka benarlah bahwa surga, sesungguhnya berada di bawah telapak kaki “ibu”. Adakah gerangan, penghargaan dan kemuliaan yang diberikan kepada “ibu”, melebihi dari pada ini semua?
Dan ketika Allah memberi hamba-Nya suatu ujian, itu merupakan bukti sayang-Nya pada kita. Allah telah mempersiapkan diri kita untuk naik level di hadapan-Nya. Jadi bersabarlah dan senantiasa ikhlas menjalaninya. Akan selalu ada episode-episode indah dalam hidup kita yang merupakan bagian dari skenario-Nya. Tetaplah tersenyum dalam setiap keadaan.

Problema Para Pemuda

Sebagian pemuda mengeluh karena kedua orang tuanya, atau salah satu dari mereka, menghalanginya untuk shalat jamaah di mesjid, manghadiri seminar dan ceramah, atau beraktivitas bersama para pemuda lain yang memiliki komitmen dengan agama. Sehingga timbullah perdebatan, perselisihan, hingga pemboikotan.
Hal ini terjadi sebenarnya karena ketidakpahaman orang tua tentang hakikat dakwah yang sebenarnya, atau khawatir kalau anaknya terjerumus pada kekeliruan fatal yang dapat menyeret mereka pada berbagai persoalan dan urusan yang dapat mengantar mereka ke penjara dan tahanan, sebagaimana pernah mereka dengar dan baca dalam mass media.
Namun, para pemuda itu, seringkali bila diminta orang tuanya untuk membantu kebutuhan rumah, seperti membeli makanan, mengantar saudara perempuannya ke dokter atau ke tempat belajar, mereka enggan memenuhi. Pada saat yang sama, mereka begitu asyik pergi dengan kawan-kawannya, disiplin mengikuti pertemuan, rihlah, ziarah, dan melakukan berbagai kegiatan yang tidak ada gunanya –dalam pandangan kedua orang tua- yang tentu diingkarinya.
Demikianlah, kedua orang tuanya memang belum memahami hakikat dakwah, tujuan-tujuannya, juga manhaj dalam tarbiyah.
Dalam kaitan ini, mereka berdua tentu dapat dimaklumi: “Barangsiapa tidak mengerti sesuatu maka ia memusuhinya”. Sedangkan perasaan takut dan khawatir yang ada dalam diri mereka, merupakan fitrah yang tidak boleh diingkari. Lalu bagaimana solusinya??
Bila seorang anak taat dan patuh pada kedua orang tuanya, perilaku dan sepak terjangnya mencerminkan akhlak yang tinggi, selalu unggul dalam studi, berinterkasi secara baik denagn saudara-saudaranya, dan tidak terlambat pulang malam yang dapat menggusarkan pikiran keluarganya, sudah pasti sang ibu akan menjadi mediator untuk menjadi jalinan mesra antara dirinya dan ayahnya. Serta merta sang ayah pun akan mengizinkannya untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan, yang sebelumnya tidak diperbolehkan. Inilah jalan untuk mencapai tujuan dan meraih simpati.
-Dikutip sepenuhnya dari buku Bagaimana Menyentuh Hati-